Lompat ke konten utama

Saka Mese Maluku

Selamat datang di website resmi Saka Mese Maluku, Gerakan Maluku Selatan.

Saka Mese Maluku didirikan pada tahun 2018 dan merupakan organisasi nirlaba independen yang fokus pada hak asasi manusia bangsa Maluku.



  • Blok Masela Belah Tanimbar: Kekhawatiran Kehilangan Lahan dan Konflik Batas Tanah

    TANIMBAR – Rencana eksploitasi lapangan gas raksasa Blok Masela, jang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Indonesia, menyingkap jurang pemisah jang dalam di Kepulauan Tanimbar. Di balik projek bernilai miliaran dolar ini, terdapat persoalan sosial kemasyarakatan jang besar. Masyarakat adat setempat khawatir tanah leluhur mereka akan hilang selamanja, sementara tekanan dari projek ini memicu konflik…

  • Ketegangan di Seram: Masyarakat Kanike Tolak ‘Penindasan’ Berkedok Konservasi Alam!

    SERAM – Ketegangan di jantung Kepulauan Maluku kian memuncak. Pada Senin (6/7/2026), Masyarakat Adat Negeri Kanike menggelar aksi protes besar-besaran. Di bawah kaki Gunung Binaiya jang megah, di pulau Seram (Maluku Selatan), warga melakukan penolakan keras terhadap pergeseran batas kawasan konservasi jang kian merangsek ke wilajah pemukiman mereka. Bagi dunia luar, istilah ‘konservasi alam’ dan…

  • Senyapnya Gunung Emas: Bagaimana Masyarakat Adat Buru Merebut Kembali Kendali!

    PULAU BURU – Lereng Gunung Botak kini tampak sunyi, namun ketegangan sangat terasa di udara. Di tempat jang hingga baru-baru ini dipenuhi deru memekakkan telinga dari alat berat ilegal dan racun merkuri jang merusak alam, kini aturan keadilan adat jang berkuasa: sasi. Pada hari Rabu, 1 Juli, masyarakat adat dari keluarga besar Nurlatu secara tegas…

  • Konflik Agraria Memanas: Warga Tananahu Protes Aktivitas PTPN

    SERAM – Ketegangan terkait sengketa lahan jang berkepanjangan di Seram, Maluku Selatan kembali meningkat. Pada Senin, 22 Juni 2026, warga, pemerintah negeri, dan Badan Saniri dari masyarakat adat Negeri Tananahu menggelar aksi protes terhadap aktivitas perusahaan perkebunan negara, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 8 Kebun Awaya. Masyarakat setempat langsung turun ke lokasi setelah mengetahui…

  • Protes di Pegunungan Nusa Ina: “Jangan Ada Konservasi dengan Mengorbankan Tanah Adat Kami”

    SERAM – Api penolakan di Pegunungan Seram Utara makin membara. Hari Minggu lalu pukul 10.30 WIT, masyarakat adat Negeri Huaulu di pulau Seram, Maluku Selatan, berkumpul di depan Rumah Adat mereka. Puluhan warga mulai dari anak-anak hingga tetua adat tampak mengenakan kain berang merah. Kain tersebut merupakan simbol persatuan, jang kali ini menjadi lambang perlawanan…

  • Masyarakat Hatuolo Tuntut Pengakuan Hak Adat, Tolak Batas Baru Taman Nasional Manusela!

    SERAM UTARA – Masyarakat adat Negeri Hatuolo di pulau Seram, Maluku Selatan, bangkit bersama menolak revisi tapal batas Kawasan Taman Nasional Manusela. Dalam pertemuan krusial jang berlangsung pada 11-12 Juni, Tua Adat, Ketua Saniri Negeri, dan warga masyarakat adat setempat telah menyatakan sikap tegas. Sebagai simbol perlawanan dan keteguhan hati, sebuah sasi adat juga telah…