{"id":2282,"date":"2026-09-04T10:06:47","date_gmt":"2026-09-04T08:06:47","guid":{"rendered":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/nl\/?p=2282"},"modified":"2026-09-04T10:06:57","modified_gmt":"2026-09-04T08:06:57","slug":"113-tahun-eksploitasi-minyak-bula-maluku-bagaikan-peti-harta-tanpa-kunci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/113-tahun-eksploitasi-minyak-bula-maluku-bagaikan-peti-harta-tanpa-kunci\/","title":{"rendered":"113 Tahun Eksploitasi Minyak Bula: Maluku Bagaikan Peti Harta Tanpa Kunci"},"content":{"rendered":"<\/p>\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1672\" height=\"941\" src=\"https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260904-wa00026799944586438627225.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2291\" srcset=\"https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260904-wa00026799944586438627225.jpg 1672w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260904-wa00026799944586438627225-300x169.jpg 300w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260904-wa00026799944586438627225-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260904-wa00026799944586438627225-768x432.jpg 768w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260904-wa00026799944586438627225-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"(max-width: 1672px) 100vw, 1672px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SERAM \/ JAKARTA \u2014<\/strong> Sudah lebih dari satu abad minyak bumi tak henti-hentinya dipompa dari perut bumi Bula, yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Namun, eksploitasi kekayaan alam yang begitu besar ini berbanding terbalik dengan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat Maluku di sana. Di saat perusahaan-perusahaan dan pemerintah pusat di Jakarta meraup miliaran rupiah, masyarakat adat Seram justru tetap terperangkap dalam kemiskinan dan ketertinggalan yang berkepanjangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam simposium bertajuk <em>\u201c113 Tahun Eksploitasi Blok Bula\u201d<\/em> yang digelar oleh Archipelago Solidarity Foundation di Jakarta, para akademisi, ahli hukum, dan aktivist berkumpul untuk menyuarakan ketidakadilan yang mendalam ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Angka Isapan Jempol dan Mitos Pembangunan<\/strong><br \/><br \/>Sejarah Blok Bula membentang sangat panjang: mulai dari eksploitasi kolonial di era Hindia Belanda, dilanjutkan pada masa pendudukan Jepang, hingga penambangan saat ini oleh perusahaan seperti Kalrez Petroleum Ltd. Namun, apa yang telah dihasilkan untuk rakyat kita?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data resmi menunjukkan bahwa kontribusi seluruh sektor minyak dan gas terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) SBT pada tahun 2025 hanya sebesar <strong>2,23 persen<\/strong>. Aturan hukum yang memberikan hak kepada daerah untuk mendapatkan porsi saham sebesar 10 persen (Participating Interest) secara sistematis dikesampingkan melalui permainan birokrasi dan relasi kekuasaan pusat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Kabupaten Seram Bagian Timur harus menanggung tingkat kemiskinan yang mencapai lebih dari <strong>20,9 persen<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Sumber daya alam pada dasarnya adalah milik masyarakat asli. Tidak boleh terjadi sebuah daerah dikuras habis, sementara warganya sendiri kelaparan seperti &#8216;ayam mati di lumbung padi&#8217;.&#8221;<\/em><br \/>\u2014 <strong>Prof. Anthony Budiawan<\/strong>, Managing Director PEPS<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tekanan Sistemik dan Perlawanan Hukum<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut pakar hukum tata negara dr. Ferry Amsari, situasi di Bula bukanlah sebuah kebetulan, melainkan pola struktural di mana pemerintah pusat secara sengaja membiarkan daerah-daerah kaya sumber daya alam tetap lemah dan bergantung secara ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memutus rantai ini, ia menyerukan kepada masyarakat lokal dan organisasi sipil agar tidak membawa kasus ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), melainkan langsung mengajukan gugatan ke <strong>Mahkamah Konstitusi (MK)<\/strong>. Hanya di sanalah pelanggaran hak-hak masyarakat adat dan ketidakadilan pembagian hasil sumber daya alam dapat diuji secara terbuka di hadapan publik.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-table\">\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Masalah Utama<\/th>\n<th>Situasi Saat Ini di Bawah Pengelolaan Pusat<\/th>\n<th>Perubahan yang Dituntut Masyarakat Adat<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td><strong>Pembagian Hasil<\/strong><\/td>\n<td>Hampir seluruh pendapatan mengalir ke Jakarta<\/td>\n<td>Pembagian yang adil (minimal 60:40)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Hak Daerah<\/strong><\/td>\n<td><em>Participating Interest<\/em> 10% tidak diberikan<\/td>\n<td>Pengakuan dan penyaluran langsung via BUMD<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Transparansi<\/strong><\/td>\n<td>Aliran dana dan termin pembayaran tidak jelas<\/td>\n<td>Audit menyeluruh dan terbuka atas eksploitasi minyak Bula<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pandangan Saka Mese Maluku<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saka Mese Maluku berani menegaskan bahwa ada hal yang lebih mendasar di balik semua ini, merujuk pada konferensi pers anggota DPR RI Mercy Barends pada 25 Juli 2017 di <em>Kilasmaluku.liputan.co.id<\/em>, di mana beliau secara terbuka menyatakan: <strong>&#8220;Negara memang sengaja memelihara Maluku tetap miskin&#8221;<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Saka Mese Maluku, kondisi di Bula adalah bukti nyata kesekian kalinya bahwa sistem politik dan ekonomi yang ada saat ini tidak dirancang untuk kesejahteraan rakyat kita. Selama berabad-abad, Maluku hanya dijadikan peti harta bagi penguasa asing dan pemerintah pusat, sementara kunci atas kekayaan dan masa depan kita sendiri justru dirampas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami akan terus mengawal perkembangan di Seram dan mendukung setiap langkah masyarakat adat dalam memperjuangkan hak, tanah, dan martabat mereka melalui jalur hukum, adat, maupun perlawanan.<\/p>\n\n\n<p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SERAM \/ JAKARTA \u2014 Sudah lebih dari satu abad minyak bumi tak henti-hentinya dipompa dari perut bumi Bula, yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Timur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2282","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2282","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2282"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2282\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2292,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2282\/revisions\/2292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}