{"id":2118,"date":"2026-07-09T11:00:10","date_gmt":"2026-07-09T09:00:10","guid":{"rendered":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/nl\/?p=2118"},"modified":"2026-07-09T11:01:05","modified_gmt":"2026-07-09T09:01:05","slug":"blok-masela-belah-tanimbar-kekhawatiran-kehilangan-lahan-dan-konflik-batas-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/blok-masela-belah-tanimbar-kekhawatiran-kehilangan-lahan-dan-konflik-batas-tanah\/","title":{"rendered":"Blok Masela Belah Tanimbar: Kekhawatiran Kehilangan Lahan dan Konflik Batas Tanah"},"content":{"rendered":"<\/p>\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"2000\" height=\"1101\" src=\"https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260708-wa00101822897376514092600.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2121\" srcset=\"https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260708-wa00101822897376514092600.jpg 2000w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260708-wa00101822897376514092600-300x165.jpg 300w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260708-wa00101822897376514092600-1024x564.jpg 1024w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260708-wa00101822897376514092600-768x423.jpg 768w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260708-wa00101822897376514092600-1536x846.jpg 1536w\" sizes=\"(max-width: 2000px) 100vw, 2000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sebelompok mahasiswa dan warga Kepulauan Tanimbar jang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tanimbar (AMT) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Maluku di Ambon pada Kamis, 2 Juli 2026.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>TANIMBAR<\/strong> \u2013 Rencana eksploitasi lapangan gas raksasa Blok Masela, jang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Indonesia, menyingkap jurang pemisah jang dalam di Kepulauan Tanimbar. Di balik projek bernilai miliaran dolar ini, terdapat persoalan sosial kemasyarakatan jang besar. Masyarakat adat setempat khawatir tanah leluhur mereka akan hilang selamanja, sementara tekanan dari projek ini memicu konflik batas tanah internal jang kian meruncing dan berbahaja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inti dari krisis di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) ini berpusat pada status dan pengakuan atas tanah. Permasalahan tersebut dapat dibagi menjadi tiga poin utama:<br \/><br \/><strong>1. Pengalihan Status Tanah Adat Menjadi Tanah Negara<\/strong><br \/><br \/><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat adat telah hidup dan mendiami pulau-pulau tersebut secara turun-temurun, jauh sebelum Republik Indonesia merdeka. Kendati demikian, saat ini luas lahan sekitar 600 hektar lebih jang berstatus &#8216;tanah adat&#8217; terancam diubah oleh pemerintah pusat menjadi tanah negara demi kepentingan raksasa energi Inpex Masela Ltd dan regulator SKK Migas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) secara teori melindungi hak-hak masyarakat adat, warga setempat merasakan bahwa proses jang berjalan saat ini merupakan bentuk perampasan lahan. Sebab, bagi mereka, kebudayaan, identitas, dan sejarah mereka melekat erat pada tanah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Belum Adanya Payung Hukum Perlindungan (Perda Adat)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyebab krusial dari rentannya posisi hukum warga adalah belum adanja regulasi di tingkat lokal. Hingga saat ini, Pemerintah Daerah Tanimbar belum menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengakuan masyarakat hukum adat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa adanja Perda ini, masyarakat kehilangan dasar hukum jang kuat untuk membuktikan hak kepemilikan adat mereka. Hal ini membuat proses ganti rugi lahan maupun tanaman jang rusak menjadi sangat rumit dan merugikan warga. Pemerintah provinsi pun telah mendesak pemda setempat untuk segera merampungkan regulasi ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Eskalasi Konflik Batas Tanah Antar-Negeri<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran projek energi raksasa ini juga memperparah ketegangan internal antar-desa dan keluarga. Saat ini terdapat konflik batas tanah keluarga maupun tanah pribadi jang rumit dan belum terselesaikan, di antaranja melibatkan warga di negeri:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2022 Lermatang<br \/>\u2022 Bomaki<br \/>\u2022 Latdalam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketidakjelasan mengenai siapa jang memiliki petak tanah tertentu dan siapa jang berhak menerima ganti rugi sering kali memicu bentrokan fisik di lapangan. Sumber lokal menyebutkan bahwa konflik batas tanah ini sempat memakan korban jiwa di masa lalu. Kini muncul kekhawatiran bahwa ketergesaan dalam memulai projek Blok Masela justru akan mengadu domba warga, sehingga memperbesar risiko terjadinja pertumpahan darah baru.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"2000\" height=\"1125\" src=\"https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/screenshot_20260708_224833_facebook8596841229021348212.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2124\" srcset=\"https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/screenshot_20260708_224833_facebook8596841229021348212.jpg 2000w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/screenshot_20260708_224833_facebook8596841229021348212-300x169.jpg 300w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/screenshot_20260708_224833_facebook8596841229021348212-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/screenshot_20260708_224833_facebook8596841229021348212-768x432.jpg 768w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/screenshot_20260708_224833_facebook8596841229021348212-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"(max-width: 2000px) 100vw, 2000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ratusan masyarakat adat jang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Keadilan Rakyat Tanimbar, Maluku, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Kehutanan, Jakarta Pusat, Kamis (2\/7\/2026).\u00a0<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hukum Adat vs Eksploitasi Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat Tanimbar sejak dahulu hidup berdampingan dengan hukum adat Duan Lolat. Pemerintah berjanji bahwa tanaman warga di atas lahan jang dibebaskan akan diganti rugi, dan projek ini pada akhirnja dijanjikan membawa kesejahteraan bagi Maluku. Namun, bagi masyarakat adat, janji manis ekonomi tersebut tidak sebanding dengan minimnja keterlibatan mereka serta ancaman kehilangan tanah ibu (tanah ulayat) mereka.<\/p>\n\n\n<p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANIMBAR \u2013 Rencana eksploitasi lapangan gas raksasa Blok Masela, jang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Indonesia, menyingkap jurang pemisah jang dalam di Kepulauan Tanimbar. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2118","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2118"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2129,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2118\/revisions\/2129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}