{"id":2043,"date":"2026-06-13T18:58:10","date_gmt":"2026-06-13T16:58:10","guid":{"rendered":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/nl\/?p=2043"},"modified":"2026-06-13T18:58:29","modified_gmt":"2026-06-13T16:58:29","slug":"inwoners-van-het-dorp-hatuolo-eisen-erkenning-van-adat-rechten-en-wijzen-nieuwe-grenzen-nationaal-park-manusela-af","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/inwoners-van-het-dorp-hatuolo-eisen-erkenning-van-adat-rechten-en-wijzen-nieuwe-grenzen-nationaal-park-manusela-af\/","title":{"rendered":"Masyarakat Hatuolo Tuntut Pengakuan Hak Adat, Tolak Batas Baru Taman Nasional Manusela!"},"content":{"rendered":"<\/p>\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"586\" src=\"https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/img-20260613-wa00042770008964487726804-1024x586.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2047\" srcset=\"https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/img-20260613-wa00042770008964487726804-1024x586.jpg 1024w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/img-20260613-wa00042770008964487726804-300x172.jpg 300w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/img-20260613-wa00042770008964487726804-768x440.jpg 768w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/img-20260613-wa00042770008964487726804-1536x879.jpg 1536w, https:\/\/sakamesemaluku.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/img-20260613-wa00042770008964487726804.jpg 1999w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">&#8220;Negara tidak boleh sembarangan mengubah hutan adat menjadi kawasan konservasi tanpa memedulikan orang-orang yang sudah berabad-abad menjaganya,&#8221; ujar salah satu warga.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SERAM<\/strong> <strong>UTARA<\/strong> \u2013 Masyarakat adat Negeri Hatuolo di pulau Seram, Maluku Selatan, bangkit bersama menolak revisi tapal batas Kawasan Taman Nasional Manusela. Dalam pertemuan krusial jang berlangsung pada 11-12 Juni, Tua Adat, Ketua Saniri Negeri, dan warga masyarakat adat setempat telah menyatakan sikap tegas. Sebagai simbol perlawanan dan keteguhan hati, sebuah sasi adat juga telah dipasang di tempat sakral Lele Sirata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemicu utama aksi protes ini adalah pergeseran drastis tapal batas taman nasional oleh Badan Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH). Batas kawasan jang awalnya berjarak 10 kilometer dari permukiman, kini dipangkas sepihak hingga menyisakan jarak hanya 2 kilometer. Merasa ruang hidupnja terancam, masyarakat adat Hatuolo menggelar aksi bersama yang dimulai hari ini, 13 Juni pukul 09.00 WIT, bertempat di Lapangan Negeri Hatuolo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hak Historis Lebih Tinggi dari Penetapan Administratif<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penolakan masyarakat Hatuolo berakar kuat pada prinsip hukum historis. Warga menegaskan bahwa tanah adat mereka telah dikuasai dan dimanfaatkan secara turun-temurun oleh leluhur jauh sebelum negara menetapkan wilayah tersebut sebagai kawasan konservasi. Menurut mereka, keberadaan hak adat jang sah ini tidak boleh dihilangkan begitu saja melalui keputusan administratif sepihak oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat mendesak agar pemerintah memperhatikan eksistensi serta nilai sosial, budaya, dan sejarah jang melekat pada masyarakat Hatuolo dalam menetapkan batas kawasan. Setiap kebijakan jang memengaruhi wilayah hidup mereka wajib dilaksanakan melalui konsultasi jang terbuka, partisipatif, dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5 Poin Pernyataan Sikap Masyarakat Adat Negeri Hatuolo<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n <iframe title=\"5 Tuntutan Warga Negeri Hatuolo\" width=\"819\" height=\"461\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/lcmfp5f9oJI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pernyataan resminya, masyarakat adat Negeri Hatuolo merumuskan lima tuntutan dan sikap tegas sebagai berikut:<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Menolak Klaim Tanpa Pengakuan Hak: Menolak segala bentuk klaim penguasaan atau pengelolaan wilayah adat Negeri Hatuolo jang dilakukan tanpa pengakuan dan penyelesaian hak-hak masyarakat adat oleh pihak Taman Nasional Manusela dan Badan Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH).<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Menolak Keberadaan dan Aktivitas BPKH\/Taman Nasional: Menolak keberadaan serta seluruh aktivitas Taman Nasional Manusela dan BPKH di wilayah jang secara historis merupakan tanah adat Negeri Hatuolo, sebelum adanja kejelasan status dan pengakuan hak adat jang resmi dari pemerintah.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Mendesak Pemetaan Partisipatif: Mendesak pemerintah untuk segera melakukan verifikasi, pemetaan partisipatif, dan penegasan kembali terhadap batas-batas wilayah adat Negeri Hatuolo.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4. Menuntut Penghormatan terhadap Hukum: Meminta seluruh pihak terkait untuk menghargai dan menghormati hak-hak masyarakat adat Negeri Hatuolo sebagaimana jang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">5. Mendorong Penyelesaian Lewat Dialog: Mendorong penyelesaian konflik agraria ini melalui jalur dialog yang adil, terbuka, serta berorientasi penuh pada perlindungan hak-hak masyarakat adat Negeri Hatuolo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>&#8220;Dari Ruang Adat Menuju Ruang Aksi&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertemuan jang digelar selama dua hari kemarin ditegaskan bukan sekadar agenda kumpul biasa, melainkan sebuah maklumat suci untuk mempertahankan tanah leluhur. Dari ruang adat hingga ruang aksi, tekad tersebut kini diwujudkan dalam aksi nyata bersama seluruh elemen masyarakat.<\/p>\n\n\n<p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SERAM UTARA \u2013 Masyarakat adat Negeri Hatuolo di pulau Seram, Maluku Selatan, bangkit bersama menolak revisi tapal batas Kawasan Taman Nasional Manusela. Dalam pertemuan krusial [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2043","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2043","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2043"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2043\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2052,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2043\/revisions\/2052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2043"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2043"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sakamesemaluku.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2043"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}